Mengenal Fenomena La Nina dan El Nino: Perbedaan, Penyebab dan Efeknya bagi Indonesia

Penulis: Marcomm YGI 18 Desember 2025, 13:52 WIB
Mengenal Fenomena La Nina dan El Nino: Perbedaan, Penyebab dan Efeknya bagi Indonesia

18

Dec

Bagikan:

Pernahkah kamu mendengar atau membaca istilah La Nina dan El Nino dalam suatu berita? Itu adalah nama dua cuaca aneh dari bahasa Spanyol, lho

 

Sederhananya, La Nina artinya "cewek kecil", El Nino artinya "cowok kecil". Keduanya tuh kayak ‘anak kembar’, mirip tapi kalau diperhatikan lebih jeli ternyata beda banget!

 

Kapan dan di mana terjadinya La Nina dan El Nino ini, ya? Daripada bingung sendiri, yuk kita cari tahu bersama-sama di bawah ini. 

 

Pengertian La Nina dan El Nino

Sebelum memahami kedua fenomena alam ini lebih lanjut, penting untuk mengetahui pengertian dari La Nina dan El Nino ini. 

 

La Nina merupakan suatu fenomena di mana Suhu Muka Laut atau SML di Samudra Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah kondisi normalnya. 

 

Pendinginan SML ini dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik tengah dan akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia. 

 

Sementara itu, Fenomena El Nino sendiri adalah kebalikannya dari La Nina. El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) hingga di atas kondisi normalnya, yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. 

 

Pemanasan SML ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik tengah dan akan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

 

Perbedaan La Nina dan El Nino

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, La Nina dan El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi di Samudra Pasifik yang dipengaruhi oleh SML. 

 

Biar gampang ngebantu kamu dalam ngapalinnya, anggap saja kalau Si Nina (La Nina) itu hobinya kedinginan, sedangkan Si Nino (El Nino) itu hobinya kepanasan.

 

Penyebab La Nina dan El Nino

La Nina dan El Nino merupakan bagian dari fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO), yang terjadi akibat interaksi yang kompleks antara atmosfer dan samudera di kawasan Pasifik. Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya El Nino dan La Nina.

 

Penyebab Terjadinya La Nina

Fenomena La Nina muncul saat SML di Samudera Pasifik tengah dan timur turun di bawah normal, mengganggu pola angin dan cuaca dunia. 

 

Penyebab utama penurunan SML La Nina ini bikin angin bertiup lebih kencang, dorong air dingin naik ke permukaan, dan ubah tekanan udara global. Akibatnya, arus samudera ikut berubah, memicu mekanisme La Nina yang bikin hujan deras di Indonesia. Faktor-faktor ini saling terkait, jadi SML jadi "bos besar" di balik fenomena La Nina!

 

Penyebab Terjadinya El Nino

Fenomena El Nino muncul saat SML di Samudera Pasifik bagian timur naik jauh di atas normal, membuat cuaca dunia jadi berubah total. 

 

Penyebab utama peningkatan SML El Nino ini ada dua. Pertama, pemanasan awan yang tumbuh tinggi dan ganggu pola angin global, seperti awan raksasa yang ubah arah hembusan angin. Kedua, perubahan arus samudera karena tekanan udara turun, sehingga air hangat mengalir deras dan picu siklus El Nino. 

 

Lalu, kira-kira apa dampak yang dihasilkan di Indonesia? Dampaknya adalah terjadinya musim kemarau panjang dan panas ekstrem.

 

Waktu Terjadinya La Nina dan El Nino

Fenomena El Nino dan La Nina datang setiap 2-7 tahun sekali dan terjadi tanpa jadwal yang pasti, dengan El Nino lebih sering muncul daripada La Nina. 

 

Masing-masing dari fenomena ini berlangsung selama 9-12 bulan, tapi kadang-kadang juga bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. Puncak El Nino biasanya terjadi sekitar bulan Desember, saat angin pasat melemah dan mendorong air hangat dari barat ke timur Pasifik. 

 

La Nina muncul setelahnya, dengan angin pasat kuat yang memindahkan air hangat dari timur ke barat, menumpuk di Asia seperti Indonesia. Ingat ya, El Nino gerak barat ke timur bikin panas kering, sedangkan La Nina timur ke barat bikin dingin basah!

 

Efek La Nina dan El Nino bagi Indonesia

La Nina dapat menyebabkan musim hujan yang intens dan dapat memberikan dampak positif pada pertanian. Sebaliknya, El Nino dapat memicu musim kemarau yang panjang dan tentunya dapat merugikan sektor pertanian. Berikut merupakan efek positif dan negatif fenomena La Nina dan El Nino bagi Indonesia.

 

Efek Positif La Nina di Indonesia

Efek positif pertama dari fenomena La Nina ini ialah cenderung meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan sumber air yang melimpah, memenuhi kebutuhan irigasi, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

 

Selain itu, efek positif lainnya dari fenomena La Nina ini dapat meningkatkan produktivitas ekosistem laut di sekitar Indonesia, seperti peningkatan populasi ikan. Hal ini memberikan dampak positif bagi sektor perikanan.

 

Efek Negatif La Nina di Indonesia

Meski fenomena La Nina meningkatkan intensitas curah hujan, tentunya ini disertai dengan efek negatifnya yakni dapat menyebabkan banjir dan longsor yang merusak infrastruktur, mengancam keselamatan, dan menyebabkan kerugian ekonomi.

 

Selain itu, cuaca yang buruk akibat La Nina dapat mengganggu transportasi darat, laut, dan udara. Gelombang tinggi, angin kencang, dan cuaca buruk dapat mempengaruhi kelancaran pelayaran dan transportasi di wilayah Indonesia.

 

Efek Positif El Nino di Indonesia

Setelah memelajari efek positif dan negatif dari La Nina, selanjutnya adalah memahami efek positif dan negatif dari El Nino. 

 

Efek positif dari El Nino adalah wilayah Indonesia cenderung mengalami musim kemarau yang lebih stabil. Tentunya ini dapat memberikan keuntungan bagi sektor pertanian dan pertambangan yang memerlukan kondisi cuaca yang kering.

 

Tidak hanya itu, pada saat terjadinya El Nino, curah hujan di beberapa wilayah Indonesia cenderung berkurang. Tentunya ini dapat mengurangi risiko banjir yang sering terjadi selama musim hujan.

 

Efek Negatif El Nino di Indonesia

Salah satu efek negatif El Nino di Indonesia adalah penurunan curah hujan di wilayah Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berdampak negatif pada sektor pertanian, ketersediaan air, dan kesehatan masyarakat.

 

Sementara itu, kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino dapat mengurangi produktivitas pertanian dan menyebabkan penurunan pasokan pangan. Dengan penurunan pasokan pangan maka menyebabkan krisis pangan di beberapa wilayah Indonesia.

 

Nah, jadi itulah penjelasan lengkap dari fenomena La Nina dan El Nino, mulai dari pengertiannya, perbedaan, penyebab dan efek yang ditimbulkan di Indonesia. 

 

Kira-kira, apakah kamu sudah siap untuk melihat supermoon terakhir di tahun 2025 ini? Kalau sudah siap, jangan lupa untuk mencatat informasi di atas untuk mengamati Bulan agar mendapat pengalaman yang paling maksimal, ya! 

 

Sembari mempersiapkan dirimu dalam menghadapi cuaca di luar sana, kamu juga bisa melatih wawasan ilmu pengetahuan alam (IPA) dengan berlatih soal di YuPintar! 

 

Hanya dengan harga mulai Rp24.000 untuk IPA Kelas 7 SMP, Rp27.000 Kelas 8 SMP dan Rp30.00 Kelas 9 SMP dan kamu sudah bisa mengakses berbagai soalnya setahun penuh! So, tunggu apalagi? langsung bergabung ke YuPintar sekarang juga!